13 December 2009

Kisah ini terinspirasi dari seorang pemulung yang sempat aku lihat. Dia bersama seorang anaknya yang berada dalam gendongannya dan ia sedang mengais barang tak berguna di sebuah tempat pembuangan sampah. Aku menceritakan ini nggak bermaksud apa-apa tapi cuma aku pengin semua yang ngebaca blog ini bisa mengambil hikmah dari semuanya.

Seorang ibu yang sedang mencari sampah di tempat yang kotor itu bekerja tak lebih hanya untuk mendapat sesuap nasi untuk dirinya dan seorang anak yang berada dalam gendongannya. Ia bekerja di terik siang tanpa lelah walaupun sebenarnya sangat berat buat dia tapi mau tak mau ia harus menjalaninya untuk mempertahankan hidup dia dan anaknya. Hidup dalam timbunan sampah yang penuh kotor dan penyakit itu harus dijalaninya. Seorang penerus bangsa yang sedang lelap tidur digendongan ibunya itu menjadi penyemangat untuk ibunya. Kita tak tau jika kita hidup dalam situasi seperti itu
Mereka hidup tanpa pendidikan walaupun sebenarnya ia ingin menuntut ilmu di bangku sekolah seperti layaknya anak-anak lain, namun keadaan ekonomi yang tak berpihak padanya. Untuk makan tiap hari saja susah apalagi untuk bersekolah, itu menjadi dilema besar buat ibunya.

Tapi sekarang kita lihat di sisi lain, kita yang mendapat kesempatan lebih beruntung dari mereka kadang kita lalai tak pernah bersyukur. Kita kadang tak pernah serius dalam belajar di sekolah karena kita tak pernah mengingat banyak anak-anak di sekitar kita yang ingin belajar tapi tak seberuntung kita. Kita tak pernah mensyukuri apa yang kita miliki sekarang bahkan kita selalu ingin mendapatkan lebih dan lebih, bahkan ada beberapa orang yang menghalalkan segala cara untuk menambah kekayaannya. Kita juga lupa bahwa dalam setiap harta yang kita miliki sekarang ada sebagian harta mereka yang dititipkan oleh Allah kepada kita dan kita tak pernah memberikan pada mereka. Kita selalu melihat ke atas tanpa melihat ke bawah.

Setelah membaca ini aku harap kita semua bisa menyadari bahwa ada banyak orang-orang di sekitar yang tak seberuntung kita dan membutuhkan uluran tangan kita. Selain itu kita juga harus mensyukuri apa yang tlah kita miliki sekarang karena apa yang kita miliki akan berharga buat kita jika kita bersyukur memilikinya. Satu harapan kita buat mereka yang tak seberuntung kita agar Tuhan selalu memudahkan hidupnya dan hidupnya selalu dihiasi oleh belaian-Nya.

0 comments:

Post a Comment

Time

Anda pengunjung ke-

TRANSLATOR

Followers

My tweet

SUPPORTED BY:

Cafe Bisnis Online
SANDY NET
Image by Deni Prast